Penerapan GBA dan GBL dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Wonosari untuk Mendukung SDG 4: Quality Education

Gunungkidul (17 September 2026) — Nanditya Saworo Hendarto, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Yogyakarta, melaksanakan kegiatan pengajaran bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Wonosari, tepatnya di kelas XI E, XI F, dan XI G. Kegiatan tersebut berlangsung selama enam pertemuan. Pembelajaran berfokus pada topik utama, yaitu descriptive text, report text, serta beberapa topik pendukung, di antaranya simple present tense, adjective order, dan “tooand enough”. Dalam pembelajaran tersebut, Genre-Based Approach (GBA) digunakan sebagai metode utama dalam pengajaran teks, sedangkan Game-Based Learning (GBL) diterapkan sebagai kegiatan pendukung, seperti warm-ups, reviews, dan latihan. Penerapan GBA dan GBL ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 4: Quality Education, dengan menyediakan lingkungan belajar yang interaktif, terstruktur, dan memotivasi, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif di kelas.

Kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas 11 mengenai adjective order serta penggunaan “too” dan “enough”, sekaligus membekali mereka dengan kemampuan untuk membedakan dan menyusun teks deskriptif melalui GBA. Penyampaian materi dilakukan secara bertahap, dimulai dengan penjelasan konseptual, dilanjutkan dengan latihan melalui permainan seperti “Adjective Race”, “Pass the Ball”, dan kuis online. Permainan tidak hanya digunakan untuk kegiatan latihan, tetapi juga sebagai pemanasan dan untuk mereview materi. Proses pembelajaran berlanjut ke tahap-tahap GBA: BKoF, MoT, JCoT, dan ICoT, yang diakhiri dengan penilaian harian pada pertemuan keenam. Kombinasi kegiatan ini melibatkan siswa kelas 11 sebagai pembelajar aktif yang berdiskusi, berkolaborasi, dan mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka, serta guru pembimbing yang memandu dan mengawasi proses pembelajaran selama praktik mengajar. 

Penerapan GBA dan GBL di kelas menghadirkan berbagai kegiatan seperti permainan, diskusi kelompok, analisis teks, penyusunan draf, dan presentasi teks. Penerapan GBA dalam pembelajaran menawarkan langkah-langkah terstruktur bagi siswa dalam menyusun dan menganalisis teks, sementara GBL membantu menciptakan suasana kelas yang dinamis serta meningkatkan antusiasme dan motivasi siswa melalui variasi kegiatan pemanasan, review materi, dan latihan. Dengan menggabungkan dua metode tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk berlatih menggunakan bahasa Inggris, berkolaborasi dengan teman, serta mengembangkan kemandirian dalam memahami dan menyusun teks. Praktik pembelajaran ini merupakan bagian dari kontribusi pendidikan sekolah dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 4 dengan menyediakan kegiatan belajar yang berkualitas tinggi, bermakna, dan tetap menyenangkan bagi siswa.

Melalui kegiatan pembelajaran ini, calon guru tidak hanya menerapkan pengetahuan dan strategi pengajaran yang telah dipelajari, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam merancang dan menyajikan program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan serta dinamika kelas. Harapan ke depannya, pembelajaran dengan metode yang interaktif dan terstruktur, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris, dapat terus dikembangkan untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, partisipatif, bermakna, dan menyenangkan.

Kontributor: Nanditya Saworo Hendarto