Bahasa Indonesia
English
You are here
Belajar Menganyam, Mengenal Budaya: Siswa Kelas 7 SMP Negeri 4 Prambanan Ciptakan Karya dari Rotan
Submitted by admin on Wed, 2026-09-16 12:06
SLEMAN (24–28.08.2026) – Belajar keterampilan tidak selalu dilakukan melalui buku dan ruang kelas. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan kokurikuler menganyam rotan yang diikuti oleh sekitar 64 siswa kelas 7 SMP Negeri 4 Prambanan pada 24–28 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di kelas masing-masing ini menghadirkan pengrajin rotan dari masyarakat setempat sebagai tutor praktik. Guru dan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) turut mendampingi siswa selama proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar membuat piring anyaman dari rotan, tetapi juga mengenal rotan sebagai bahan alam, kerajinan tradisional, serta potensi ekonominya. Pembelajaran berbasis keterampilan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sekaligus memperkenalkan pentingnya pelestarian kerajinan lokal dan pemanfaatan bahan alam secara bijak.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembekalan selama dua hari. Siswa dikenalkan pada berbagai jenis kerajinan yang dapat dibuat dari rotan, manfaat rotan, pola anyaman, teknik dasar menganyam, hingga nilai jual produk kerajinan. Materi tersebut menjadi bekal sebelum siswa mencoba menganyam secara langsung. Pada hari ketiga, siswa berlatih membuat pola anyaman menggunakan kertas secara berkelompok. Setelah memahami pola dasar, siswa melanjutkan praktik menggunakan rotan pada hari keempat secara mandiri. Setiap siswa membuat satu piring anyaman dengan mengikuti teknik yang telah dicontohkan oleh pengrajin. Dalam prosesnya, beberapa siswa masih mengalami kesulitan ketika merangkai pola dan terkadang lupa pada langkah yang telah dicontohkan. Namun, dengan pendampingan pengrajin, guru, dan mahasiswa PK, siswa terus mencoba hingga menyelesaikan karyanya.

Memasuki hari terakhir, hasil karya siswa dipamerkan melalui mini expo. Siswa kembali bekerja dalam kelompok untuk menyiapkan dan menghias stand pameran mereka. Kreativitas tidak hanya terlihat dari produk anyaman, tetapi juga dari cara siswa menampilkan hasil karya di masing-masing stand. Seluruh siswa berhasil menyelesaikan piring anyaman rotan meskipun beberapa karya masih memiliki sedikit kekeliruan pada pola. Proses tersebut turut melatih kesabaran, ketelitian, kreativitas, kemandirian, dan kerja sama. Siswa juga memperoleh pemahaman bahwa keterampilan menganyam dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna maupun nilai jual. Antusiasme terhadap hasil kegiatan turut mendapat apresiasi dari guru. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar melalui proses sekaligus menghasilkan karya nyata.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, mahasiswa PK UNY bersama SMP Negeri 4 Prambanan berharap pengenalan kerajinan rotan dapat menumbuhkan apresiasi siswa terhadap keterampilan tradisional dan budaya lokal. Pengalaman membuat produk secara langsung juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan mengenali potensi kewirausahaan sejak dini. Ke depan, kegiatan serupa dapat dikembangkan melalui pengenalan berbagai kerajinan lokal lainnya maupun pengembangan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya menghasilkan sebuah karya, tetapi juga menanamkan keterampilan dan wawasan yang dapat terus dimanfaatkan oleh siswa.
Kontributor: Robit Asri Chamalina - 23020330117
Kontak Kami
Copyright © 2026,