Kolaborasi Mahasiswa UNY dan UNSAM dalam Pendampingan Psikososial Anak Pascabanjir di Aceh

Aceh Tamiang, Januari 2026 - Sebanyak lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut berpartisipasi dalam program KKN Kemanusiaan kolaboratif bersama Universitas Samudra (UNSAM). Salah satu di antaranya adalah Fristi Indah Nuraini yang berperan aktif dalam mendampingi anak-anak selama rangkaian kegiatan pendampingan psikososial berlangsung. Program ini merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara yang terdampak bencana banjir di Aceh.

Pendampingan dilaksanakan pascabanjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang dengan fokus pada pemulihan kondisi psikososial siswa SD Negeri Marlempang, mulai dari kelas I hingga kelas VI. Program kolaboratif ini melibatkan mahasiswa KKN Kemanusiaan UNY dan UNSAM serta didukung oleh relawan ACF EDUHUB dan komunitas Sharing Happiness. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memfasilitasi anak-anak korban banjir dalam proses pemulihan mental serta menyediakan ruang aman bagi mereka untuk berbagi pengalaman. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi berbagi cerita mengenai pengalaman mereka saat terjadi banjir.

“Hampir segalanya didalam itu sepinggang, habis itu kami kan malam-malam buat anjang-anjang sekitar jam 03.00 itu air semakin naik dan anjang-anjangnya patah” ujar Egi salah satu anak kelas 6 SD Negeri Marlempang yang menceritakan pengalamannya saat terjadi bencana banjir.

Selain sesi berbagi, mahasiswa dan relawan juga melakukan sosialisasi mengenai teknik pengelolaan emosi dan pengendalian kepanikan, salah satunya melalui teknik pernapasan 4-7-8 yang dipraktikkan bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan permainan edukatif yang mendorong kebersamaan dan menciptakan suasana positif bagi anak-anak. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui pendampingan psikososial bagi anak-anak korban banjir. Program ini selaras dengan SDGs poin 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang menekankan pentingnya perlindungan kesehatan fisik dan mental, terutama bagi anak-anak terdampak bencana. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diharapkan dapat merasa lebih aman dan nyaman serta secara bertahap memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana sebagai bagian dari upaya nyata untuk mendukung kesehatan mental anak.

Selain mendukung SDGs poin 3, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Pendampingan psikososial yang dilaksanakan di lingkungan sekolah membantu menciptakan suasana belajar yang aman, suportif, dan ramah anak sehingga peserta didik dapat kembali mengikuti proses pembelajaran secara optimal pascabencana. Di sisi lain, kolaborasi antara UNY, Universitas Samudra, relawan ACF EDUHUB, dan komunitas Sharing Happiness mencerminkan kemitraan lintas institusi dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan secara bersama-sama.

Sebagai institusi pendidikan, UNY berkomitmen untuk terus mengabdi kepada negeri dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan melalui aksi nyata. Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui kontribusi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dalam menguatkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan empati terhadap masyarakat. Melalui pendampingan psikososial yang ramah anak, edukasi pengelolaan emosi, serta kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai mitra, mahasiswa PBI berperan aktif dalam menciptakan ruang aman dan suportif bagi anak-anak terdampak bencana agar memperoleh dukungan yang layak dalam proses pemulihan mereka.

(Fristi Indah N., Agatha L., dan Ambar F.)