Penerapan SDG 4 melalui Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Debat Mini

Kegiatan Praktik Kependidikan (PK) berupa pembelajaran Bahasa Inggris dengan topik stating opinion, agreeing, and disagreeing dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026 di SMA Negeri 3 Klaten. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Jenny Anindya Dwihapsari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dalam rangka pelaksanaan Praktik Kependidikan dengan sasaran peserta didik kelas XI D. Kegiatan pembelajaran ini memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui pembelajaran Bahasa Inggris, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memahami materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam kegiatan komunikasi yang mendorong keberanian menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, dan bekerja sama.

Kegiatan pembelajaran berfokus pada kemampuan peserta didik dalam menyampaikan pendapat, menyatakan persetujuan dan ketidaksetujuan, serta memberikan alasan terhadap suatu pendapat. Untuk mempraktikkan materi tersebut, pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan debat mini. Peserta didik kelas XI D dibagi menjadi empat kelompok dengan posisi yang telah ditentukan oleh guru. Guru memberikan dua pernyataan yang berkaitan dengan kehidupan peserta didik, yaitu “Social media helps students learn English” dan “Students should spend less time on social media”. Kelompok 1 mendapatkan posisi setuju terhadap pernyataan pertama, sedangkan Kelompok 2 mendapatkan posisi tidak setuju terhadap pernyataan pertama. Kelompok 3 mendapatkan posisi setuju terhadap pernyataan kedua, sedangkan Kelompok 4 mendapatkan posisi tidak setuju terhadap pernyataan kedua. Sebelum kegiatan debat dimulai, setiap kelompok mendiskusikan pernyataan yang diperoleh dan menuliskan pendapat sesuai dengan posisi yang telah ditentukan. Hasil diskusi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar bagi peserta didik untuk menyampaikan pendapat dan alasan selama kegiatan debat mini.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik diberikan kesempatan untuk menggunakan ungkapan yang telah dipelajari dalam situasi komunikasi yang lebih nyata. Peserta didik menyampaikan pendapat sesuai dengan posisi kelompoknya, memberikan alasan yang mendukung pendapat tersebut, serta berlatih menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap suatu pendapat. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendengarkan pendapat dari kelompok lain dan memahami bahwa suatu pernyataan dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Melalui diskusi kelompok sebelum debat, peserta didik juga belajar menyusun ide bersama dan menentukan pendapat yang akan disampaikan. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran tidak hanya melatih penggunaan Bahasa Inggris, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, penyampaian ide, dan berpikir secara lebih kritis terhadap suatu permasalahan.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap SDG 4 karena pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang aktif, komunikatif, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Topik yang digunakan dalam debat mini, yaitu penggunaan media sosial, merupakan topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik sehingga lebih mudah digunakan sebagai bahan untuk menyampaikan pendapat. Kegiatan ini juga memberikan variasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya berfokus pada penjelasan materi, tetapi mengajak peserta didik untuk menggunakan kemampuan Bahasa Inggris secara langsung. Bagi peserta didik, kegiatan ini memberikan pengalaman untuk berkomunikasi dalam Bahasa Inggris sekaligus belajar menghargai adanya perbedaan pendapat. Bagi sekolah, kegiatan ini dapat menjadi salah satu bentuk variasi kegiatan pembelajaran yang mendukung pengembangan keterampilan komunikasi dan keterampilan berpikir peserta didik. Bagi masyarakat luas, kegiatan ini merupakan salah satu kontribusi mahasiswa UNY dalam mendukung pendidikan yang berkualitas melalui kegiatan pembelajaran di tingkat sekolah menengah.

Melalui kegiatan Praktik Kependidikan ini, pembelajaran Bahasa Inggris berbasis debat mini dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif kegiatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih aktif menggunakan Bahasa Inggris dalam proses pembelajaran. Kegiatan serupa dapat diterapkan kembali dengan menggunakan berbagai topik yang dekat dengan kehidupan peserta didik dan disesuaikan dengan materi pembelajaran. Pengembangan kegiatan juga dapat dilakukan melalui diskusi yang lebih terarah, penggunaan topik yang beragam, serta pemberian kesempatan yang seimbang bagi peserta didik untuk menyampaikan pendapat. Dengan adanya kegiatan pembelajaran yang komunikatif dan melibatkan peserta didik secara langsung, diharapkan pembelajaran Bahasa Inggris dapat terus memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus mendukung pengembangan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik sebagai bagian dari upaya mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Kontributor: Jenny Anindya Dwihapsari