Bahasa Indonesia
English
You are here
Kreatif dan Peduli Lingkungan, Aksi Siswa Kelas 7 SMPN 1 Kalasan
Submitted by admin on Wed, 2026-09-23 12:08
Sleman, DIY — Astrid Dyah Azzura, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), turut mendampingi kegiatan kokurikuler siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Kalasan yang dilaksanakan pada 19–21 Agustus 2026. Kegiatan selama tiga hari tersebut meliputi revitalisasi taman, pembuatan gaun dari barang bekas, dan pembuatan mading bertema lingkungan. Kokurikuler ini merupakan upaya untuk menghadirkan pengalaman belajar yang aktif sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan.
Kegiatan dirancang agar siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik nyata. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi di aula sekolah yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 7, sekaligus pembagian tugas ke dalam tiga tim, yaitu Tim Taman, Tim Gaun, dan Tim Mading. Tim Taman menata dan merawat area taman sekolah yang menjadi tanggung jawab kelompok mereka. Sementara itu, Tim Gaun memanfaatkan barang bekas dan sampah sebagai bahan utama pembuatan gaun yang kemudian ditampilkan dalam fashion show yang diikuti oleh kelas 7. Adapun Tim Mading menuangkan pesan kepedulian lingkungan melalui karya bertema “Laut Indah Tanpa Sampah”. Selama kegiatan berlangsung, Astrid mendampingi siswa untuk berdiskusi, mengembangkan ide, dan menyelesaikan karya bersama timnya.
Melalui revitalisasi taman, pemanfaatan barang bekas menjadi busana, dan pembuatan mading bertema lingkungan, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja sama, berkreasi, dan menjaga lingkungan. Kegiatan ini mendukung SDG 4 melalui pembelajaran yang aktif dan kontekstual, SDG 12 melalui pemanfaatan kembali barang bekas dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, serta SDG 15 melalui kepedulian terhadap ruang hijau dan lingkungan darat. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan budaya sekolah yang tidak menyediakan bak sampah, sehingga seluruh warga sekolah dibiasakan membawa kembali sampah yang dihasilkan dan membuangnya di rumah.
Bagi Astrid, kegiatan ini bukan semata-mata tentang menyelesaikan tugas selama tiga hari. Ia berharap kreativitas, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut terus diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kegiatan serupa juga diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tema lingkungan lainnya, disertai kolaborasi yang terjalin antara sekolah, guru, dan mahasiswa PK, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh siswa dan lingkungan sekolah.
Kontributor: Astrid Dyah Azzura
Kontak Kami
Copyright © 2026,