Wujudkan Pendidikan Berkelanjutan, Siswa SMAN 1 Pajangan Olah Lahan Sekolah Jadi Sudut Bisnis dan Pangan

BANTUL — Sekolah tidak lagi sekedar menjadi tempat berlangsungnya transfer ilmu pengetahuan secara teoritis di dalam kelas, melainkan ruang nyata untuk membekali peserta didik dengan kecakapan hidup dan kepedulian ekologis. Hal tersebut dibuktikan oleh SMA Negeri 1 Pajangan, Bantul, melalui pelaksanaan program kokurikuler bagi peserta didik kelas X. Melalui program budidaya tanaman sayur dan buah berbasis keberlanjutan, para siswa diajak untuk terlibat langsung dalam seluruh siklus pertanian skala sekolah, mulai dari penanaman hingga proses kewirausahaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyiapan lahan dan media tanam di area sekolah, di mana peserta didik diajarkan menanam berbagai jenis benih sayuran dan buah-buahan. Tidak berhenti di situ, setiap hari para siswa dijadwalkan secara bergiliran untuk menyiram dan merawat tanaman tersebut. Pengalaman merawat tanaman secara konsisten ini terbukti efektif dalam melatih kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta memberikan pemahaman langsung mengenai proses pertumbuhan makhluk hidup yang selama ini hanya dipelajari dalam buku teks.

Ketika masa panen tiba, hasil buah dan sayuran yang dirawat tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi internal warga sekolah, melainkan dipasarkan dan dijual langsung kepada masyarakat sekitar. Dalam tahap pemasaran ini, peserta didik belajar mengenal nilai ekonomis dari hasil kerja keras mereka mulai dari menghitung hasil panen, menentukan harga jual, hingga melatih kemampuan komunikasi saat berinteraksi dengan pembeli.

Inisiatif terintegrasi ini secara nyata mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). Keterkaitan dengan SDG 4 terwujud melalui hadirnya pembelajaran kontekstual berbasis praktik langsung (learning by doing) yang mengkombinasikan ilmu pengetahuan alam, kecakapan hidup (life skills), serta pembentukan karakter disiplin peserta didik di luar ruang kelas. Sementara itu, keterhubungan dengan SDG 12 terlihat dari bagaimana program ini mengajarkan peserta didik untuk menghargai seluruh rantai produksi pangan mulai dari penanaman benih hingga pemasaran hasil panen, sehingga menumbuhkan kesadaran akan pola konsumsi yang bijak dan meminimalisasi pemborosan pangan.

Melalui inovasi pembelajaran kokurikuler ini, SMAN 1 Pajangan berhasil membuktikan bahwa pendidikan berorientasi lingkungan dan kemandirian ekonomi dapat berjalan seiring. Siswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang mandiri, berjiwa wirausaha, serta peduli terhadap keberlanjutan lingkungan di masa depan.

Kontributor: Zahra Aurelia Putri Nurhadi