“Nggak Tahu” Bukan Alasan untuk Berhenti: Belajar Bahasa Inggris di Kelas Hospitality

Bahasa Inggris di sekolah kejuruan pariwisata tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Tidak harus langsung berbicara panjang, memahami istilah yang sulit, atau mampu berkomunikasi seperti seorang profesional. Kadang, yang lebih penting adalah membiasakan siswa untuk mencoba menggunakan bahasa yang mereka pelajari saat berhadapan dengan sesuatu yang belum mereka ketahui.

Gagasan tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan kegiatan English for Hospitality selama Praktik Kependidikan (PK) di SMK PI Ambarrukmo 1. Sebagai sekolah yang memiliki fokus pada bidang pariwisata dan perhotelan, pembelajaran bahasa Inggris diarahkan agar lebih dekat dengan situasi yang mungkin ditemui siswa dalam pembelajaran kejuruan maupun kegiatan Praktik Lapangan (PLK) mereka nantinya.

Pada kelas X, pembelajaran asking and giving opinions tidak berhenti pada pola kalimat. Siswa diajak memberikan pendapat melalui situasi yang dekat dengan hospitality, seperti kamar hotel yang masih kotor, pencahayaan kamar yang terlalu gelap, hingga pertanyaan mengenai kebijakan membawa hewan peliharaan ke hotel. Sementara itu, siswa kelas XI mempraktikkan discussion text melalui berbagai persoalan yang berkaitan dengan bidang hospitality.

Berbagai kegiatan kemudian digunakan untuk membuat siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga menggunakannya. Siswa menyusun sentence puzzle secara berkelompok, membuat poster dan dialog, berdiskusi, serta mengikuti vocabulary quiz yang memperkenalkan sinonim, antonim, dan kosakata baru. Kegiatan sederhana tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mencoba, bertanya, memperbaiki, lalu mencoba kembali.

Di dalam kelas yang berlangsung cukup hidup, proses belajar tidak selalu berjalan dalam suasana yang tenang. Namun, di tengah suasana tersebut terlihat satu hal yang justru penting: siswa tetap mengerjakan tugas, bertanya ketika menemui kesulitan, dan mencari cara untuk menyelesaikannya. Dari sinilah pembelajaran bahasa Inggris menjadi lebih dari sekadar penguasaan kosakata atau struktur kalimat.

Hal sederhana itu juga menjadi bagian dari semangat SDG 4: Quality Education, khususnya melalui pembelajaran yang relevan dengan konteks peserta didik dan mendorong mereka untuk mengembangkan kemampuan untuk terus belajar. English for Hospitality menjadi salah satu cara untuk membawa pembelajaran lebih dekat dengan bidang yang mereka tekuni, sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk membangun keberanian dalam menggunakan pengetahuan yang mereka miliki.

Pada akhirnya, mungkin tidak semua siswa akan mengingat seluruh kosakata yang dipelajari selama kegiatan ini. Namun, ada satu hal yang diharapkan tetap terbawa: ketika menemukan sesuatu yang belum diketahui, jangan berhenti pada “nggak tahu”. Bertanya, mencoba, mencari cara, dan belajar lagi juga merupakan bagian dari proses untuk menjadi mampu. Sebab belajar tidak selalu tentang sudah bisa sejak awal. Terkadang, belajar adalah tentang berani melakukan sesuatu meskipun awalnya merasa belum bisa.

Do something. Kamu pasti bisa.

Kontributor: Syakiva Azzahra