Meningkatkan Keaktifan Siswa melalui Pembelajaran Bahasa Inggris Interaktif Menggunakan Wordwall di SMP Negeri 4 Gamping

Sebagai bagian dari kegiatan Praktik Kependidikan (PK) yang mendukung Sustainable Development Goals 4 (SDG 4) tentang Pendidikan Berkualitas, dilaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris dengan materi penggunaan can dan can’t untuk menyatakan kemampuan dan ketidakmampuan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kezia Sadtiyas Maharany, mahasiswa PK dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), bersama siswa kelas 8E pada Selasa, 8 September dan kelas 8F pada Jumat, 11 September 2026 di SMP Negeri 4 Gamping. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa memahami penggunaan can dan can’t sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan.

Dalam pembelajaran, siswa mempelajari penggunaan can dan can’t dalam kalimat positif, negatif, dan interogatif dengan menggunakan Wordwall sebagai media pembelajaran interaktif berbasis permainan. Melalui permainan tersebut, siswa mengerjakan berbagai latihan, seperti menentukan kata kerja Bahasa Inggris yang sesuai dengan gambar, memilih can atau can’t untuk melengkapi kalimat, serta melengkapi dialog sederhana dalam konteks percakapan sehari-hari. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami penggunaan can dan can’t secara lebih kontekstual sekaligus melatih kemampuan mereka dalam memilih kata kerja yang tepat dan memahami makna kalimat berdasarkan gambar maupun situasi percakapan.

Penggunaan Wordwall mendapat tanggapan positif dari siswa. Aulia Masita Devi, siswa kelas 8E, menyampaikan bahwa pembelajaran materi can dan can’t menggunakan Wordwall terasa menyenangkan dan membantunya memahami penggunaan materi tersebut dalam kalimat dan percakapan. Menurutnya, latihan melengkapi kalimat melalui Wordwall juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Hal serupa disampaikan oleh Bernardus Jerix Bola dari kelas 8F yang merasa bahwa pembelajaran melalui permainan lebih menarik dan lebih mudah dipahami dibandingkan dengan hanya mengerjakan latihan tertulis. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran tersebut menyenangkan.

Guru pamong Bahasa Inggris juga memberikan tanggapan terhadap penggunaan Wordwall dalam pembelajaran. Menurut guru pamong, penggunaan Wordwall bermanfaat untuk meningkatkan keaktifan siswa dan mudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Namun, penggunaan media tersebut tetap perlu didampingi oleh guru, terutama ketika siswa menggunakan telepon genggam. Pendampingan diperlukan agar siswa tetap fokus pada kegiatan pembelajaran dan tidak membuka aplikasi lain selama proses belajar berlangsung.

Penggunaan media pembelajaran interaktif seperti Wordwall dapat menjadi salah satu cara untuk menciptakan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih menarik dan melibatkan siswa secara aktif. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mempelajari struktur can dan can’t, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berlatih materi tersebut melalui kegiatan yang lebih menyenangkan. Hal ini sejalan dengan SDG 4 yang mendorong terciptanya pendidikan berkualitas dan mendukung perkembangan keterampilan siswa.

Ke depannya, media interaktif seperti Wordwall dapat digunakan pada materi Bahasa Inggris lainnya dengan tetap memperhatikan tujuan pembelajaran dan kondisi siswa. Dengan penggunaan media yang tepat serta pendampingan selama kegiatan, pembelajaran dapat menjadi lebih aktif, terarah, dan menyenangkan bagi siswa.

Kontributor: Kezia Sadtiyas Maharany